Bank Indonesia akan meluncurkan Layanan Keuangan Digital (LKD) di Pesantren Darul Aman Gombara, Jl KH Abd Djabbar Ashiry No 1 Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulsel, Rabu (14/12/2016).

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Pembina Pondok Pesantren Darul Aman, Iqbal Djalil akan sama-sama meluncurkan layanan keuangan digital ini.

 

BI akan bekerja sama dengan tiga perusahaan telekomunikasi, yaitu PT Indosat, PT Telkomsel dan PT XL Axiata

LKD adalah layanan jasa sistem pembayaran dan keuangan dengan menggunakan jasa pihak ketiga sebagai agen dan memanfaatkan teknologi, contohnya telepon seluler.

Iqbal Djalil menganggap dengan adanya  peluncuran LKD ini dapat menambah pengetahuan santri.

"Era global ini santri tidak boleh lagi berada garda belakang tapi sudah seharusnya berada pada garda terdepan di semua lini termasuk menjadi pemimpin bangsa," kata Anggota DPRD Makassar ini, Senin (12/12/2016).

Ia menganggap santri telah berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan ini.

"Jadi santri juga mesti mengisi kemerdekaan dalam hal kemajuan teknologi," katanya.

Dalam rilis yang diterima tribun-timur.com, peluncuran LKD tersebut dimaksudkan untuk memperluas akses keuangan hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan survei Findex tahun 2014, data jumlah penduduk Indonesia yang belum terjangkau akses keuangan (unbanked) hingga saat ini masih sangat besar, yaitu 64 persen.

Bank Indonesia pun sengaja menyasar pesantren untuk menjangkau dan mempermudah penerimaan masyarakat melalui pendekatan komunitas 

Pesantren pun dinilai memiliki norma, jaringan kuat dan pengaruh besar hingga ke kalangan alumni-alumni santrinya dan masyarakat sekitar.

Selain itu, pesantren juga telah memiliki unit usaha yang memiliki legalitas, yang telah berpengalaman melayani transaksi keuangan bagi masyarakat luas.

Sehingga, LKD merupakan produk yang sangat baik untuk mendukung Islamic financial inclusion dan merangkul masyarakat unbanked ke dalam sistem keuangan formal yang lebih luas.(*)