
Darul Aman, 9 Mei 2026 — Pondok Pesantren Darul Aman menghadirkan pengamat Timur Tengah, H. Pizaro Gozali Idrus, S.Sos., M.Sos., Ph.D. (Cand.), dalam kajian geopolitik bertema “Saatnya Santri Melek Geopolitik: Palestina, Kekuatan Global, dan Dunia Islam” pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para santri untuk memahami perkembangan terbaru kondisi Palestina, dinamika kekuatan global, serta posisi dunia Islam dalam percaturan politik internasional. Melalui kajian tersebut, para santri diajak tidak hanya memahami isu Palestina dari sisi kemanusiaan, tetapi juga dari perspektif sejarah, politik global, kepemimpinan, dan perjuangan umat Islam.
Dalam pemaparannya, Pizaro menjelaskan bahwa perjuangan pembebasan Palestina tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan, pembinaan karakter, dan kekuatan ideologi umat. Ia mencontohkan sosok Syekh Ahmad Yassin sebagai salah satu figur penting dalam sejarah perjuangan Palestina. Menurutnya, Syekh Ahmad Yassin tidak hanya dikenal karena semangat perlawanannya, tetapi juga karena kekuatan tarbiyah, fikrah, keteguhan jasadiyah, dan kemampuannya membangun kesadaran perjuangan di tengah masyarakat.

Pizaro yang dikenal sebagai mantan editor Kantor Berita Turki Anadolu Agency, narasumber tetap di televisi nasional, kontributor media asing, serta penulis buku best seller, juga menyampaikan pembaruan mengenai situasi Palestina dan perkembangan geopolitik dunia Islam dalam beberapa waktu terakhir. Ia menekankan pentingnya santri memiliki wawasan global agar mampu membaca arah perubahan dunia secara kritis dan proporsional.
Selain memberikan materi, Pizaro turut mengapresiasi antusiasme santri Pondok Pesantren Darul Aman. Ia menilai para santri memiliki pemahaman yang kuat terhadap isu-isu geopolitik dan perkembangan internasional. Hal tersebut terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan santri, yang dinilai kritis, aktual, dan menunjukkan perhatian besar terhadap kondisi dunia Islam.
Menurutnya, kemampuan santri dalam mengajukan pertanyaan berbobot menjadi salah satu bukti keberhasilan pesantren dalam membangun kepemimpinan intelektual. Terlebih, tidak banyak pesantren yang secara serius memberikan perhatian pada penguatan wawasan geopolitik dan isu-isu internasional kepada para santrinya.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi santri Darul Aman untuk semakin peduli terhadap persoalan global, khususnya isu Palestina, serta mampu menempatkan diri sebagai generasi Muslim yang berpengetahuan luas, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan umat Islam.