
Makassar, 13 September 2026 – Pondok Pesantren Darul Aman Gombara menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku Ilmu Pendidikan Kader Ulama karya Dr. Ilham Kadir, M.A. di Masjid Jami’ Darul Aman, Ahad (13/9). Kegiatan ilmiah tersebut dihadiri oleh dewan guru, para pembina, serta seluruh santri sebagai bagian dari penguatan tradisi literasi dan pengembangan wawasan keilmuan di lingkungan pesantren.
Dalam pemaparannya, Dr. Ilham Kadir menjelaskan bahwa lahirnya buku *Ilmu Pendidikan Kader Ulama* berangkat dari kegelisahan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam, baik dari aspek internal maupun eksternal. Tantangan tersebut meliputi kemunduran di bidang sains, ekonomi, dan peradaban, lemahnya konsep ilmu, hingga krisis adab yang perlu dijawab melalui sistem kaderisasi ulama yang terarah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan kader ulama memiliki orientasi yang berbeda dengan pendidikan agama Islam pada umumnya. Pendidikan kader ulama dirancang untuk melahirkan sosok ulama yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu agama secara mendalam, tetapi juga mampu memberikan fatwa, membimbing umat, menjadi teladan, serta mengabdikan diri di tengah masyarakat. Menurutnya, proses tersebut harus dibangun melalui pembelajaran yang bertahap, talaqqi, mulazamah, muhadharah, serta penguasaan berbagai disiplin ilmu keislaman.
Lebih lanjut, Dr. Ilham Kadir menekankan bahwa tujuan tertinggi pendidikan Islam adalah mengantarkan manusia kepada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Adapun tujuan khusus pendidikan kader ulama ialah melahirkan ulama, intelektual, dan ilmuwan yang berilmu, beradab, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan peradaban.

Dalam sesi pembahasan mengenai proses pembentukan kader ulama, ia juga mengingatkan bahwa niat merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu adalah ibadah hati sehingga seorang penuntut ilmu harus menjaga keikhlasan, memperbaiki adab, serta menjadikan ilmu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, pemateri menjelaskan bahwa karakter seorang ulama tidak hanya diukur dari keluasan ilmunya, tetapi juga dari pengakuan para ulama, akhlak yang mulia, integritas, serta kemampuannya menjadi teladan dan pembimbing masyarakat.
Kegiatan bedah buku berlangsung dengan penuh antusias. Para santri mengikuti jalannya pemaparan hingga sesi diskusi sebagai upaya memperluas wawasan tentang konsep pendidikan kader ulama sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan tradisi literasi di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darul Aman Gombara berharap lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki adab, integritas, dan komitmen untuk menjadi kader ulama yang siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.