Sejarah
Sejarah
Sejarah

Pada hari Jum’at, 10 Rabiul Awwal 1409 Hijriah bertepatan 21 Oktober 1988 Miladiyah Yayasan Buq’atun Mubarakah didirikan dengan Akte Notaris No. 141 oleh Notaris : SITSKE LIMOWA SARJANA HUKUM. YAYASAN BUQ’ATUN MUBARAKAH untuk selanjutnya disingkat dengan “YBM”. YBM inilah yang menjadi payung hukum untuk seluruh kegiatan berikutnya. Kegiatan awal yang dilakukan oleh Pendiri YBM adalah :

Madrasah Al-Qur’an dan Panti Asuhan “Halijah” dan inilah yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Darul Aman berikutnya. Santrinya adalah terdiri dari keluarga : anak yatim piatu, miskin dan terlantar dan beberapa orang anak dari keluarga mampu dikota, tapi sudah sukar untuk dikendalikan oleh orang tuanya (untuk dibengkel).

Pemerakarsa dan pelaksana utamanya adalah : KHA. Djabbar Ashiry, Al-Ustadz Ahmad Ma’wa, Al-Ustadz H. Muhammad Said A. Samad Lc, dan H. Sempang Ali. Adapun H. Abdul Djalil Thahir waktu itu sementara menimbah ilmu di Universitas Islam Internasional Islamabad Pakistan di dampingi oleh isterinya Dra. Hj. Chaeriyah A. Djabbar.

Karena orang tua kami KHA. Djabbar Ashiry meninggal dunia, maka kami kembali ke tanah air dan akhirnya mengambil alih tanggung jawab melanjutkan ide beliau. Dengan kepedihan yang sangat mendalam atas kematian orangtua/mertua kami ditambah dengan kondisi dimana kami sementara sangat antusias belajar diluar negeri dan peluang itu akan sulit datang untuk kedua kalinya, maka kami terpaksa mendirikan pendidikan formal disamping pendidikan formal yang telah ada didekatnya. Sebagai wadah : من يزرع يحصد takkan ada yang dipetik/dipanen tanpa ada yang ditanam lebih dahulu. Kerja baru ada pahala/hasil.

Pada tanggal 17 Juli 1991, dibukalah dengan resmi pendidikan formal, masing-masing yaitu :

  1. SMP Buq’atun Mubarakah, Kepala Sekolahnya : Drs. H. Baharuddin Patangngari. Murid pertamanya 32 Orang.

  2. SD Buq’atun Mubarakah, Kepala Sekolahnya : Dra. Nurjawahirah Fattah. Murid pertamanya 28 Orang.

  3. TK. Buq’atun Mubarakah, Kepala Sekolahnya : Dra. Hj. Chaeriyah A. Djabbar. Murid pertamanya 21 Orang.

Membuka madrasah kurang tepat karena didekatnya sudah ada madrasah (Depag), terpaksa memilih Depdikbud, walaupun bukan disiplin ilmu kami. Tapi itulah suatu kenyataan. Ketiga jenjang pendidikan tersebut berada diatas lahan seluas 3800 M2 bersama bangunan yang ada diatasnya adalah wakaf dari dua bersaudara masing-masing : KHA. Djalil Thahir dan Hj. Hafsah Thahir. Muridnya diasramakan, dididik dan diasuh oleh pewakafnya bersama dengan isterinya (Dra. Hj. Chaeriyah A. Djabbar), saudara-saudaranya, keluarga dan murid-muridnya.

Artikel & Berita

DLH Kota Makassar Hadirkan 100 Pohon di Pesantren Darul Aman Gombara: Dukung Program Kota Rendah Emisi Karbon
DLH Kota Makassar Hadirkan 100 Pohon di Pesantren Darul Aman Gombara: Dukung Pro...
Thu, 31 July 2025 | 11:26
Delegasi UniSIRAJ Malaysia Kunjungi Pesantren Darul Aman Gombara Makassar, Perkuat Hubungan Pendidikan Internasional
Makassar, 29 Juli 2025 — Alhamdulillah, pada hari Selasa, 29 Juli 2025, Pondok...
Thu, 31 July 2025 | 9:20
Santri Darul Aman Gombara Gelar Seminar Roots Day Anti-Perundungan: “Santri Hebat Tanpa Merendahkan, Santri Kuat Tanpa Menyakiti”
Gombara, 18 Juli 2025 — Dalam upaya membangun lingkungan pesantren yang sehat,...
Sun, 20 July 2025 | 9:58
OSISDA-PA 2025 Gelar Program BLAZE: Tingkatkan Kemampuan Bahasa Asing dan Semangat Kolaborasi Santri
Darul Aman, 24 Juni 2025 — Organisasi Siswa Intra Sekolah Darul Aman Putra (OS...
Wed, 25 June 2025 | 12:14
31
Aug
Sidang Terbuka Penerimaan Santri Baru
17
Aug
Upacara Peringatan 17 Agustus
31
Jul
Wisuda Tahfizhul Qur'an

Penerimaan Santri Baru 2025